Ritual Satanic Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pekalongan, MUI: Bertentangan dengan Ajaran Islam

4 hours ago 10

loading...

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis merespons gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah. Atraksi satanic sangat bertentangan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto: Dok Sindonews

PEKALONGAN - Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menyatakan atraksi menyeramkan yang menonjolkan simbol satanic dan aksi penyembelihan hewan secara sadis di muka umum sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam dan nilai-nilai mulia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan ini dilontarkan Cholil sekaligus merespons gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah. Acara yang awalnya digagas sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61 menuai kontroversi lantaran menyajikan pertunjukan bernuansa mistik yang dinilai mirip ritual satanic.

Baca juga: Merayakan Maulid Nabi, Merayakan Persaudaraan Manusia

"Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Dia menjelaskan bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW seharusnya diwujudkan melalui amalan yang mendidik, membawa kedamaian, serta merefleksikan akhlak mulia Nabi. Kegembiraan tersebut semestinya diisi dengan kegiatan syiar yang memperkuat keimanan, bukan menghadirkan unsur ketakutan, simbol iblis, atau praktik yang mendekati animisme.

Read Entire Article
Prestasi | | | |