loading...
General Manager Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik BYD, Liu Xueliang, saat memberikan paparan mengenai dampak positif ekosistem kendaraan listrik terhadap lingkungan. Foto: BYD Indonesia
ZHENGZHOU - Dominasi mobil listrik BYD di jalanan Jakarta pada jam sibuk tak hanya mengubah lanskap transportasi ibu kota, tetapi diklaim telah memberi dampak fisik nyata terhadap perbaikan kualitas udara yang dirasakan langsung oleh petinggi raksasa otomotif tersebut.
Dalam sebuah kunjungan ke Jakarta , Liu Xueliang, General Manager Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik BYD, menyadari fakta yang berbeda.
Saat melakukan rutinitas jalan pagi di tengah hiruk-pikuk ibu kota, ia menyaksikan ada perubahan. Pengalaman sensorik ini ia bagikan kembali dalam sesi dialog mendalam dengan media otomotif Indonesia di markas besar mereka di Zhengzhou, China.
"Terutama pada jam puncak sekitar pukul 8 pagi setiap hari, saya benar-benar bisa merasakan secara fisik banyak kendaraan listrik yang sudah beredar di jalan," ujar Liu dengan nada optimistis.
Bagi Liu, banyaknya pelat nomor khusus kendaraan listrik yang berseliweran bukan sekadar angka penjualan, melainkan indikator perubahan ekologis.
"Kondisi udara sebenarnya sudah membaik sangat banyak," tambahnya.
Pernyataan ini menjadi validasi penting bagi pasar otomotif nasional, bahwa transisi energi yang didorong pemerintah dan pelaku industri mulai menampakkan hasil, meski jalan masih panjang.
Di balik optimisme tersebut, BYD menyadari bahwa penetrasi pasar tidak bisa hanya mengandalkan narasi lingkungan.
















































