loading...
BRIN mempercepat penyelesaian observatorium astronomi di Observatorium Nasional Gunung Timau, Kabupaten Kupang, NTT. Foto/istimewa
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) mempercepat penyelesaian observatorium astronomi di Observatorium Nasional Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pengamatan antariksa paling maju di Asia. Observatorium ini dilengkapi teleskop terbesar di Asia Tenggara dan posisinya berada di kawasan khatulistiwa.
Hal itu disampaikan Kepala BRIN Arif Satria setelah mengunjungi Observatorium Nasional Gunung Timau pada pada Selasa, 5 Mei 2026. Arif meminta agar pembangunan teleskop di sana dirampungkan, agar dapat beroperasi penuh untuk memperkuat kolaborasi riset internasional
“Kami ingin teleskop ini segera dirampungkan dan beroperasi penuh, karena akan menjadi fasilitas strategis bagi penguatan riset antariksa Indonesia. Sekaligus mendukung pengembangan spaceport nasional di Biak, Papua,” kata Arif, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Sinergi BRIN dan UAG University Dorong Transformasi Manajemen Talenta Riset Nasional
Saat ini, progres pembangunan teleskop telah mencapai sekitar 95% Selain percepatan operasional teleskop, Arif juga meminta agar ekosistem riset diperkuat melalui penambahan tenaga peneliti baru, revitalisasi gedung magnetometer, hingga peningkatan fasilitas penunjang bagi para peneliti.
“Tidak hanya membangun teleskop, tetapi kami juga perlu memperkuat ekosistem risetnya. Penambahan peneliti dan revitalisasi gedung magnetometer menjadi bagian penting untuk mendukung operasional observatorium secara optimal,” ujarnya.
Di samping itu, dalam kunjungan tersebut Arif juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kupang agar akses jalan ke kawasan Observatorium Nasional Gunung Timau agar diperbaiki.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)






