loading...
Mantan presiden Ekuador, Rafael Correa, sentil tindakan pasukan khusus AS yang menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer singkat di Caracas. Foto/Truth Social @realDonaldTrump
MOSKOW - Mantan presiden Ekuador, Rafael Correa, menyentil tindakan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) yang menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer singkat di Caracas, Sabtu pekan lalu. Menurutnya, tindakan Washington telah menetapkan preseden mengerikan yang dapat menjerumuskan dunia kembali ke barbarisme.
Dia lantas mengecam reaksi dunia internasional, yang menurutnya munafik. Menurutnya, reaksi tersebut telah memungkinkan AS untuk lolos dari tindakan yang “mustahil diterima di abad ke-21.”
“Bayangkan sejenak bahwa...[Presiden Rusia Vladimir] Putin menangkap [Presiden Ukraina Volodymyr] Zelensky,” kata Correa, mengomentari perkembangan tersebut.
Baca Juga: Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?
“Bisakah Anda membayangkan bagaimana respons dunia? Tidak seperti respons yang diterima Amerika Serikat," kesalnya kepada Russia Today, Senin (5/1/2026).


















































