Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif

3 hours ago 8

loading...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak fluktuatif cenderung sensitif pada perdagangan sepekan ke depan, tepatnya periode 22 hingga 26 Juni 2026. Foto/Dok

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan akan bergerak fluktuatif cenderung sensitif pada perdagangan sepekan ke depan, tepatnya periode 22 hingga 26 Juni 2026. Pergerakan indeks saham domestik pekan ini dibayangi oleh tekanan aksi lepas portofolio yang masif oleh investor internasional, di mana nilai penjualan bersih ( outflow ) investor asing menembus angka Rp4,5 triliun di pasar reguler sepanjang pekan lalu.

Tekanan outflow tersebut bergulir di tengah performa impresif IHSG yang sebenarnya sukses ditutup di level 6.177, atau melejit kurang lebih 2,82 persen pada akhir pekan lalu. Baca Juga: IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menjelaskan, bahwa laju positif bursa pada pekan lalu disokong oleh kombinasi bauran kebijakan domestik serta respons global, salah satunya langkah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang memilih mempertahankan suku bunga di level puncaknya. Namun kebijakan tersebut kini justru memicu kekhawatiran baru bagi negara berkembang (emerging markets).

"Kebijakan menahan ini bukan lagi cerminan dari strategi yang penuh kehati-hatian, melainkan sebuah pengakuan tersirat bahwa inflasi jauh lebih bebal dan sulit ditaklukkan daripada yang mereka perkirakan semula," tegas David dalam risetnya, Senin (22/6/2026).

Read Entire Article
Prestasi | | | |