Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid Sepanjang Tahun 2025, BPS Beberkan 3 Indikatornya

1 hour ago 4

loading...

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru tiga indikator strategis, yaitu Produk Domestik Bruto (PDB), ketenagakerjaan, dan kemiskinan. Foto/Dok

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru tiga indikator strategis, yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) , ketenagakerjaan, dan kemiskinan. Ketiga indikator ini memberikan gambaran penting mengenai arah perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia.

Ditengah dinamika perdagangan dan geopolitik global, ekonomi Indonesia tetap tangguh dan mencatat pertumbuhan yang solid. Pada triwulan-IV 2025, PDB Indonesia tumbuh sebesar 5,39% (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,02%.

Dengan demikian, ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tumbuh 5,11% (c-to-c), meningkat dari pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,03 persen (c-to-c). Baca Juga: Data BPS, Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Tumbuh 5,11%

Sebagai pembanding, ekonomi sejumlah negara tetangga juga mencatat pertumbuhan positif pada triwulan-IV 2025 (y-on-y), di antaranya: Vietnam 8,5%, Singapura 5,7%, Malaysia 5,7%, dan Filipina 3,0%. Secara tahunan (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 8,0%, diikuti Tiongkok 5,0%, Malaysia 4,9%, dan Singapura 4,8%.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa konsumsi masyarakat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi triwulan-IV 2025.

”Ekonomi Indonesia pada triwulan-IV 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” jelas Amalia pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Menurut BPS, kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan-IV 2025 utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur Nataru (Natal dan Tahun Baru, red), berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta berbagai paket stimulus pemerintah untuk menjaga daya beli, mendorong aktivitas ekonomi, dan pemberdayaan generasi muda.

Sejumlah indikator turut menunjukkan perkembangan yang positif, antara lain transaksi online dari e-retail dan marketplace, serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit. Baca Juga: Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh 5,45%, Purbaya: di Bawah Janji Saya!

”Jumlah perjalanan wisatawan nusantara meningkat, tumbuh sebesar 13,42 persen (y-on-y) pada triwulan-IV 2025, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan rel dan angkutan laut,” jelas Amalia.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan-IV 2025 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 6,12%. Angka ini didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan serta mesin dan peralatan. Sementara itu, konsumsi pemerintah meningkat sebesar 4,55%.

Selanjutnya, ekspor barang dan jasa pada triwulan-IV 2025 tumbuh sebesar 3,25% (y-on-y) didorong peningkatan ekspor komoditas nonmigas seperti lemak dan minyak hewan/nabati, besi dan baja, mesin serta peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekspor jasa.

Dari sisi lapangan usaha, BPS mencatat bahwa lima sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB triwulan-IV 2025, yaitu industri pengolahan (19,20%), perdagangan (13,24%), pertanian (11,56%), konstruksi (10,16%), dan pertambangan (8,93%).

Beberapa sektor mencatat pertumbuhan yang tinggi, seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh hingga 8,98%, informasi dan komunikasi yang tumbuh hingga 8,09%, serta jasa keuangan yang tumbuh hingga 7,92%.

BPS mencatat industri pengolahan tumbuh sebesar 5,40 persen pada triwulan-IV 2025 (y-on-y). Kinerja sektor ini terutama didorong oleh industri makanan dan minuman, industri logam dasar, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

Read Entire Article
Prestasi | | | |