loading...
Iran mengambil langkah finansial berani di tengah jepitan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS), dimana segera resmi menjadi anggota New Development Bank (NDB) yang didirikan oleh negara berkembang BRICS. Foto/Dok
JAKARTA - Iran mengambil langkah finansial berani di tengah jepitan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan konflik geopolitik yang kian panas dengan AS serta Israel. Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati mengumumkan, bahwa Teheran akan segera resmi menjadi anggota New Development Bank (NDB) , lembaga pendanaan yang didirikan oleh kelompok negara-negara berkembang BRICS .
Pengumuman krusial ini disampaikan Hemmati menjelang agenda pertemuannya dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota BRICS di India, sebagaimana dilansir media pemerintah Iran. Langkah Teheran untuk merapat ke bank pembangunan BRICS bukan tanpa alasan.
Seperti diketahui Iran hingga saat ini masih terisolasi dari sistem keuangan berbasis dolar AS akibat sanksi internasional yang meluas. Lantaran kondisi tersebut, Iran terdorong mencari alternatif pendanaan infrastruktur dan perdagangan di luar jangkauan Washington.
Baca Juga: Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
"Hasil terpenting dari kerja sama di antara negara-negara anggota BRICS adalah pembentukan New Development Bank, dan negara kita akan segera menjadi anggota bank ini," tegas Abdolnaser Hemmati.


















































