loading...
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi figur terdepan dalam menggerakkan Polri demi menyukseskan program pemerintah, salah satunya membangun SPPG untuk mendukung MBG. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Aktivis nasional sekaligus Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama menyampaikan pandangan kritis atas pernyataan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang dinilai mendiskreditkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Sandri menilai mantan Panglima TNI itu menyampaikan propaganda dengan memotong dan menafsirkan frasa "sampai titik darah penghabisan" yang disampaikan Kapolri di Komisi III DPR RI.
Baca juga: Sikap Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian Sejalan dengan Prinsip Konstitusi
"Saya rasa beliau (Pak Gatot) tidak memahami substansi persoalan atau memang ada karakter pembangkangan dari diri beliau sehingga yang selalu dibicarakan sama Pak Gatot ini propaganda pembangkangan terus," ujar Sandri di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Aktivis berdarah Melanesia Maluku ini menegaskan pernyataan Kapolri sampai titik darah penghabisan bukanlah bentuk pembangkangan.

Aktivis nasional sekaligus Founder Kontra Narasi Sandri Rumanama. Foto: Ist
Direktur Haidar Alwi Institut itu justru menegaskan upaya membenturkan institusi negara itulah pembangkangan yang sesungguhnya kepada presiden dan bentuk tidak adanya norma loyalitas terhadap negara.

















































