Mengapa Militer Venezuela Diam Saja saat Militer AS Mengacak-acak dan Menculik Maduro?

1 month ago 30

loading...

Jet tempur Amerika Serikat leluasa mengacak-acak wilayah Venezuela tanpa mendapatkan perlawanan. Foto/Screenshot video Sky News

CARACAS - Sabtu (3/1/2026) menjadi hari paling memalukan bagi Venezuela dan militernya. Negara itu begitu leluasa diacak-acak helikopter dan jet tempur Amerika Serikat (AS) tanpa perlawanan.

Yang lebih menyakitkan adalah pasukan khusus Delta Force AS begitu mudah menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dari tempat tidur mereka di markas militer di Caracas—juga tanpa mendapat perlawanan dari militer maupun pasukan intelijen Venezuela.

Operasi AS tersebut melibatkan Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160, yang dikenal sebagai "Night Stalkers". Unit Angkatan Darat AS tersebut memberikan dukungan udara yang penting. Menurut Jennifer Jacobs, jurnalis senior CBS News di Gedung Putih, penangkapan Maduro adalah tanggung jawab Delta Force.

Baca Juga: Venezuela Sebut Israel Terlibat Penculikan Maduro oleh Pasukan Khusus AS

Helikopter MH-60L Black Hawk dan MH-47G Chinook Block II diidentifikasi selama serangan di Caracas. Pesawat-pesawat elite ini beroperasi bersamaan dengan serangan rudal sebelumnya terhadap beberapa pangkalan militer Venezuela untuk mempersiapkan serangan.

Intervensi tersebut ditandai dengan ketepatan dan selektivitas. Tujuan utamanya adalah meminimalkan korban sipil dan militer, serta menghindari terkikisnya dukungan rakyat. Strategi tersebut mengakui bahwa tidak semua tentara Venezuela tetap setia kepada kediktatoran Maduro.

Read Entire Article
Prestasi | | | |