Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan

7 hours ago 6

loading...

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali komitmennya mempertahankan pasukan Israel di Lebanon selatan. Sikap keras kepala ini terus ditegaskan meski ada kesepahaman baru antara Amerika Serikat dan Iran.

Berbicara pada hari Kamis (18/6/2026), Netanyahu mengatakan, “Masih ada tantangan tambahan di depan kita, dan itu membutuhkan ketenangan, komitmen yang teguh terhadap kepentingan keamanan kita, dan menjaga hubungan penting dengan teman-teman Amerika kita.”

Ia mengklaim, “Memulihkan keamanan di Israel utara membutuhkan pemeliharaan zona keamanan di Lebanon selatan dan tidak menarik diri darinya selama kebutuhan keamanan Israel membutuhkannya.”

Sementara itu, laporan media AS pada hari Kamis mengatakan Israel sedang mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk memastikan keberadaan pasukannya di Lebanon selatan, meskipun ada ketentuan dalam nota kesepahaman yang menegaskan integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon.

Secara terpisah, militer Israel mengumumkan mereka akan melanjutkan operasinya di Lebanon selatan, termasuk apa yang mereka sebut sebagai “penghapusan ancaman” di luar apa yang disebut “zona keamanan”.

Pengumuman itu datang meskipun ada penandatanganan perjanjian AS-Iran yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

Baca juga: Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz

(sya)

Read Entire Article
Prestasi | | | |