Pasar Mobil Bensin Berdarah, tapi Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meledak 49% Kalahkan Amerika!

1 month ago 40

loading...

Di tengah lesunya pasar otomotif konvensional yang turun 11 persen, penjualan mobil listrik di Indonesia justru mencatat sejarah dengan lonjakan 49 persen pada 2025. Foto: BYD Indonesia

JAKARTA - Indonesia sedang mengalami fenomena anomali otomotif yang mencengangkan di tahun 2025; ketika pasar mobil konvensional tengah "lesu darah" dengan penurunan penjualan hingga 11 persen, pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) justru mencatat lonjakan agresif sebesar 49 persen.

Ini adalah tingkat pertumbuhan fantastis yang secara persentase bahkan melampaui tren di pasar Amerika Serikat.
Pergeseran dalam preferensi konsumen Tanah Air terekam jelas dalam data penjualan wholesales (distribusi pabrik ke dealer) periode Januari hingga November 2025.

Sebanyak 82.525 unit mobil listrik telah terdistribusi dari total penjualan nasional sebesar 710.084 unit.

Angka ini mengerek pangsa pasar mobil listrik ke level 11,62 persen (data Gaikindo) hingga 18 persen untuk penjualan kendaraan baru menurut survei PwC, pencapaian yang beberapa tahun lalu dianggap mustahil.

Ledakan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari intervensi fiskal agresif. Survei PwC ASEAN-6 Electric Vehicle Readiness 2025 menyoroti bahwa pembebasan pajak barang mewah (PPnBM) secara penuh hingga 2025 dan pengurangan bea masuk impor menjadi katalis utama yang membuat harga EV kian terjangkau bagi kelas menengah Indonesia.

Dampaknya terhadap psikologis konsumen sangat masif. Sebanyak 99 persen pemilik mobil listrik di Indonesia menyatakan kepuasannya, tingkat kepuasan tertinggi di kawasan ASEAN.

Angka ini menjadi indikator kuat bahwa skeptisisme awal mengenai keandalan mobil listrik mulai runtuh, digantikan oleh adopsi massal yang antusias.

Read Entire Article
Prestasi | | | |