Penyebab Gempa M7,7 NTT, BMKG: Aktivitas Sesar Back Arc Flores

3 hours ago 3

loading...

Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyatakan gempa M7,7 yang mengguncang Nagekeo, NTT merupakan akibat aktivitas sesar naik busur belakang atau Back Arc Flores. Foto: BMKG

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan akibat aktivitas sesar naik busur belakang atau Back Arc Flores.

"Jadi gempa ini adalah aktivitas akibat sesar naik busur belakang atau kita sebut back-arc thrust Flores," ujar Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto saat jumpa pers secara daring, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal di Sikka

Potensi kekuatan gempa dari aktivitas sesar itu mencapai M7,8. Dia berharap kekuatan aktivitas sesar itu telah mencapai puncaknya yakni hanya M7,7.

Menurut dia, gempa susulan masih bisa terjadi dengan intensitas kekuatan rendah. "Nanti peluruhannya akan semakin meluruh, semakin kecil," ucapnya.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa dengan magnitudo (M)7,7 di Mbay Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Potensi tsunami bisa terjadi di NTT, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat," ujar BMKG dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

BMKG mengatakan tingkat siaga tsunami terjadi di sejumlah wilayah NTT dan Sulsel. Ancaman gelombang setinggi 0,5 meter hingga 3 meter.

Read Entire Article
Prestasi | | | |