loading...
Pasca-gencatan senjata, sektor teknologi Israel justru menghadapi ancaman eksodus massal talenta terbaiknya. Foto: ist
YARUSALEM - Langit di atas Tel Aviv mungkin telah berhenti bergemuruh sejak gencatan senjata yang dipimpin Amerika Serikat disepakati dua bulan lalu, mengakhiri perang dua tahun yang melelahkan melawan Hamas.
Namun, di balik gedung-gedung kaca pencakar langit yang menjadi simbol kemajuan teknologi Israel, ada pertempuran lain.
Bukan lagi soal roket, melainkan soal hilangnya aset paling berharga negara tersebut: sumber daya manusia.
Laporan terbaru yang dirilis Minggu (28/12/2025) menyingkap fakta menggetarkan: mayoritas pekerja teknologi di perusahaan multinasional kini mendesak untuk angkat kaki dari Israel.
Asosiasi Industri Teknologi Maju Israel (IATI) mengatakan, sekitar 53 persen perusahaan melaporkan adanya lonjakan permintaan relokasi ke luar negeri dari karyawan Israel mereka.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan indikasi retaknya fondasi "Start-up Nation" yang selama ini dibanggakan.
Tulang Punggung Ekonomi yang Rapuh
Sektor teknologi bukanlah sekadar pelengkap di Israel, melainkan jantung yang memompa kehidupan bagi negara tersebut.
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3253433/original/061012900_1601441591-pexels-kaboompics-com-6360.jpg)

































