Perjalanan Gaib Yudhis, Terjebak dalam Padepokan Mistis

9 hours ago 9

loading...

Robby Purba tak percaya, Yudhis terjebak selama setahun di Padepokan Mistis. Foto: Tangkapan layar Youtube

JAKARTA - Di episode Bisikan Gaib kali ini, kisah datang dari seorang pria bernama Yudhis. Tahun 2011 merupakan tahun yangberat baginya. Setelah bercerai dan kehilangan arah hidup, Yudhis memutuskan untuk mengamen setiap hari dari Lebak Bulus hingga Kampung Rambutan. Ia mengaku sempat putus asa, bahkan kehilangan keyakinan.

Suatu malam dalam perjalanan pulang dari mengamen, Yudhis tertidur di bus dan terbangun bukan di tujuan, melainkan di Bogor. Ia mencoba kembali pulang, namun justru kembali tersesat hingga ke Sukabumi. Karena takut salah naik kendaraan lagi, Yudhis memilih berjalan kaki. Rasa lelah berjalan membawanya singgah di sebuah musala kecil.

Di sana, tiga anak kecil berkali-kali mengajaknya salat. Awalnya ia menolak. Namun setiap hendak pergi, kakinya terasa berat. Hingga akhirnya ia lulu dan mengikuti salat Magrib. Dari situlah anak-anak itu mengajaknya untuk mampir kesebuah padepokan bambu yang menurutnya dihuni 11 santri dan seorang guru yang dipanggil “Abah”.

Hari-harinya yang dijalaninya selama di padepokan terasa biasa. Salat berjamaah, makan ubi dan singkong rebus, serta menjalani aktivitas sederhana lainnya. Salah satu hal yang cukup janggal adalah imam salat yang hanya terdengar suara tanpa terlihat wujudnya. Hingga di hari ketujuh, Yudhis akhirnya melihat sosok Abah. Usianya sepuh degan perawakan berwibawa yang kuat, serta suaranya sangat ia kenali.

Sebelum berpisah, Abah hanya berpesan, “Pulang. Minta maaf sama orang tuamu.” Saat Yudhis benar-benar kembali ke rumah, keluarganya menangis. Yudhis ternyata telah hilang selama lebih dari satu tahun. Bahkan keluarganya juga sudah mencari hingga berbagai kota.

Di momen itu, Robby Purba menegaskan, “Beliau ini sebenarnya hilangnya itu lebih dari setahun, tapi rasanya bagi Mas Yudis kayak baru 6 hari atau 7 hari.” Robby terlihat tak percaya. Bagi Robby Purba, yang paling sulit dicerna bukan tempatnya, melainkan waktu yang berjalan berbeda.

(wur)

Read Entire Article
Prestasi | | | |