loading...
PFI Pusat mengecam keras militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 dan menahan dua jurnalis asal Indonesia. Foto/Isra Triansyah
JAKARTA - Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 di perairan internasional dan menahan sejumlah aktivis serta jurnalis. Di antara korban penahanan ilegal tersebut adalah dua jurnalis asal Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai (anggota PFI).
Ketua Umum Pusat, Dwi Pambudo menyatakan, pencegatan bersenjata terhadap kapal kemanusiaan ini terjadi di wilayah perairan bebas (internasional), di sekitar 300 mil laut dari pantai Gaza atau dekat perairan Siprus.
Baca juga: 2 Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel
"Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza," kata Dwi Pambudo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa (19/5/2026).



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)














