loading...
Pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 dinilai sebagai penegasan arah baru kepemimpinan Indonesia.Foto/istimewa
JAKARTA - Pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 dinilai sebagai penegasan arah baru kepemimpinan Indonesia. Kepemimpinan yang menempatkan stabilitas, keadilan hukum, dan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha. Menurut dia, penekanan Presiden Prabowo pada perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat kemakmuran mencerminkan kesadaran historis dan geopolitik yang matang.
“Dalam konteks global yang penuh konflik dan ketidakpastian, pesan Indonesia yang memilih persatuan, kolaborasi, dan perdamaian menjadi sangat relevan dan kredibel,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Pidato di Davos, Prabowo: Kita Berkumpul saat Dunia Penuh Ketidakpastian
Dia menilai klaim Indonesia sebagai global bright spot bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan didukung indikator makroekonomi yang konsisten, seperti pertumbuhan ekonomi di atas 5%, inflasi rendah, dan defisit fiskal yang terkendali.


















































