PM Singapura Peringatkan Krisis Selat Hormuz Bisa Picu Stagflasi Lebih Parah dari Era 1970-an

2 hours ago 9

loading...

Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong memperingatkan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi mendorong ekonomi global menuju krisis lebih parah dari era 1970-an. FOTO/SCMP

SINGAPURA - Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong memperingatkan gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi mendorong ekonomi global menuju krisis stagflasi yang dapat melampaui krisis minyak pada 1970-an. Gangguan pasokan energi yang telah memasuki bulan ketiga dinilai memicu lonjakan inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

"Inflasi akan menyebar dari energi ke pangan hingga kebutuhan pokok lainnya, dan beberapa ekonomi berisiko masuk ke jurang resesi," ujar Lawrence Wong dalam pernyataan terbarunya dikutip dari Business Today, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga: Tekor Rp1,8 Triliun per Hari, India Akhirnya Naikkan Harga BBM Pertama sejak 2022

Wong mengimbau masyarakat Singapura bersiap menghadapi tekanan harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Ia juga mengingatkan bahwa sekalipun Selat Hormuz kembali dibuka, proses pembersihan ranjau laut dan perbaikan infrastruktur dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |