Pukat Keuskupan Agung Jakarta Gelar Ajang Maraton Run4U 2026, Usung Tema Pelestarian Lingkungan

7 hours ago 13

loading...

Kiri ke kanan: Sr. Irena Handayani, Alexzander Zaputra Tedja, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta), Reymund Levy (Ketua PUKAT KAJ), Cyprianus Lilik, dan Lawrence Tjandra. Foto: SINDOnews/HO/KAJ

Profesional dan Usahawan Katolik Pukat Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) kembali menggelar ajang lari amal Run4U 2026. Kegiatan tahunan ini mengangkat tema “Run for Earth: Green Steps, Better Planet” yang sejalan dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) 2026, yakni “Keutuhan Alam Ciptaan”.

Run4U 2026 dihadirkan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari, sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan. Tema tersebut mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi alam dan mengambil langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, menyoroti krisis lingkungan yang semakin serius di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hampir 99 persen bencana di Indonesia dipicu oleh kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Sepanjang 2025, tercatat 3.116 kejadian bencana, dengan banjir sebagai kasus terbanyak.

Baca Juga: Teruskan Perjuangan Paus Fransiskus, Keuskupan Agung Jakarta Luncurkan Gerakan Belarasa

Menurut Uskup Suharyo, kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mulai melakukan perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghemat energi, mengelola sampah, dan menjaga kelestarian alam. Ia juga mengapresiasi inisiatif Pukat KAJ yang menggabungkan olahraga dan aksi sosial melalui kegiatan ini.

"Saat ini terjadi krisis lingkungan yang serius di Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Berdasarkan data dari Badan Nasionan Penanggulanan Bencana, per 2025 tercatat bahwa hampir 99% dari total bencana di Indonesia disebabkan oleh kerusakan alam akibat tindakan manusia. Tercatat 3.116 kasus kejadian bencana, di mana banjir menempati urutan pertama dengan 1.584 kasus. Krisis ini terjadi di seluruh Indonesia dari wilayah Sumatra yang terdampak kerusakan paling parah, hingga wilayah Jabodetabek menghadapi masalah polusi udara, pencemaran air, krisis sampah, dan penurunan muka tanah.” kata Uskup Suharyo.

Ketua Pukat KAJ, Reymund Levy, mengatakan Run4U menjadi wadah konkret untuk membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat semangat berbagi. Donasi yang terkumpul dalam kegiatan ini akan disalurkan melalui Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) serta program sosial lainnya.

GLSI sendiri merupakan bagian dari Laudato Si’ Movement, yang berfokus pada kampanye gaya hidup berkelanjutan dan keadilan iklim. Organisasi ini juga aktif dalam edukasi lingkungan, termasuk program penanaman mangrove dan pengelolaan sampah terpadu.

Read Entire Article
Prestasi | | | |