loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya membantah adanya risiko penurunan peringkat kredit Indonesia, menurutnya, rasio defisit Indonesia masih jauh lebih sehat dibandingkan negara-negara lain. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merespons pandangan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings terkait kondisi fiskal Indonesia. Purbaya menegaskan, bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah (rebound) yang kuat, sehingga kekhawatiran mengenai penurunan peringkat (downgrade) dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.
Seperti diketahui sebelumnya Moody's Rating mempertahankan rating utang Indonesia Baa2, meski begitu outlook dipangkas dari stabil menjadi negatif. Sementara itu Menkeu Purbaya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,39% pada kuartal IV 2025 merupakan bukti nyata kebijakan pemerintah berada di jalur benar.
"Biar aja seperti itu, yang jelas ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya. Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi, saya pikir pertumbuhan akan lebih cepat. Nanti saya pikir pelan-pelan Moody’s akan melihat apa yang terjadi di sini dengan lebih fair," ujar Purbaya usai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Ramalan Purbaya Meleset Soal Pertumbuhan Ekonomi, Capai 5,11% Disebut Lumayan
Purbaya membantah adanya risiko penurunan peringkat kredit Indonesia. Menurutnya, rasio defisit Indonesia masih jauh lebih sehat dibandingkan negara-negara lain.


















































