Rezim Maduro di Venezuela Tamat, Jatuh Sudah Minyak Terbesar di Dunia ke Tangan AS

1 month ago 50

loading...

Rezim Presiden Venezuela Nicolas Maduro sudah tamat setelah sang presiden ditangkap pasukan khusus AS. Perusahaan Washington kini akan mengelola cadangan minyak terbesar di dunia yang dimiliki Venezuela. Foto/White House/Truth Social @realDonaldTrump

WASHINGTON - Dunia internasional telah dikejutkan oleh agresi militer singkat Amerika Serikat (AS) terhadap Venezula pada Sabtu dini hari waktu setempat. Agresi ini berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, oleh pasukan khusus Amerika; Delta Force.

Jauh hari sebelum ditangkap pasukan khusus AS, lebih tepatnya awal Desember 2025, Presiden Maduro mengungkap bahwa AS ingin menginvasi Venezuela dengan tujuan untuk merebut cadangan minyak terbesar di dunia milik negara soasilis tersebut.

Saat itu, Maduro meminta bantuan dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). "Untuk membantu menghentikan agresi (Amerika Serikat) ini, yang sedang dipersiapkan dengan kekuatan yang semakin besar," kata Maduro dalam surat untuk organisasi tersebut.

Baca Juga: Ini Respons Dunia usai AS Mengebom Venezuela dan Culik Maduro, Ada Juga Sikap Indonesia

Venezuela merupakan anggota OPEC. Surat Maduro saat itu dibacakan Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang juga merupakan menteri perminyakan Venezuela, dalam pertemuan virtual para menteri OPEC.

"Washington berusaha merebut cadangan minyak Venezuela yang sangat besar, yang terbesar di dunia, dengan menggunakan kekuatan militer," lanjut surat Maduro.

Apa yang disampaikan Maduro itu tidak salah. Presiden AS Donald Trump, dalam konferensi pers beberapa jam setelah penangkapan Maduro, mengatakan Washington akan menjalankan negara Venezuela, dan dengan demikian, AS sekarang berkuasa atas negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |