Sejarah dan Perkembangan KBBI: Dari Kamus Cetak hingga 210 Ribu Entri Digital

1 week ago 19

loading...

Sebelum dikenal dengan nama KBBI, kamus bahasa Indonesia lebih dahulu disusun dengan judul Kamus Bahasa Indonesia pada rentang 1974–1983. Foto/SINDOnews.

BOGOR - Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Bahasa Kemendikdasmen, Dora Amali, memaparkan perjalanan panjang penyusunan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang kini telah berkembang menjadi kamus digital dengan lebih dari 210 ribu entri.

Dora menjelaskan, sebelum dikenal dengan nama KBBI, kamus bahasa Indonesia lebih dahulu disusun dengan judul Kamus Bahasa Indonesia pada rentang 1974–1983. Kamus tersebut dipimpin oleh Sri Sukesi Adiwimarta dan menjadi fondasi utama lahirnya KBBI.

Baca juga: Bangga, Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Sidang Umum UNESCO 2025

“Pada tahun 1988, kamus ini resmi diluncurkan sebagai Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Pertama dengan jumlah sekitar 62 ribu entri,” ujar Dora,dalam Sosialisasi KBBI dan TKA di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Bogor, Jumat (23/1/2026).

Perkembangan KBBI terus berlanjut. Edisi Kedua terbit pada 1991 dengan 72 ribu entri, disusul Edisi Ketiga pada tahun 2000. Kemudian Edisi Keempat hadir pada 2008 dengan jumlah entri mencapai sekitar 90 ribu, di mana Dora mulai terlibat sebagai bagian dari tim redaksi.

Transformasi besar terjadi pada tahun 2016 saat Badan Bahasa meluncurkan KBBI Edisi Kelima sekaligus memperkenalkan KBBI Daring. Sejak saat itu, pengolahan data dilakukan sepenuhnya secara digital sehingga jumlah entri dapat dihitung secara presisi, yakni 108.857 entri.

Read Entire Article
Prestasi | | | |