loading...
Developer kripto IDRX berfoto bersama Irene Umae, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Ekosistem aset digital Indonesia dinilai mulai bergerak menuju integrasi antara teknologi blockchain dan ekonomi riil dengan tetap menjaga kedaulatan nilai melalui rupiah. Di tengah meningkatnya kebutuhan pembayaran lintas negara yang lebih efisien, stablecoin berbasis rupiah disebut memiliki potensi mendukung transaksi remitansi hingga pengembangan ekonomi kreatif digital.
“Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Agar potensi tersebut dapat berkembang di era digital, dibutuhkan infrastruktur keuangan yang mampu menjembatani dunia kreatif dengan ekonomi digital,” ujar CEO IDRX, Nathanael Christian, dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Menurut Nathanael, stablecoin rupiah dapat menjadi fondasi penting untuk menghadirkan efisiensi transaksi sekaligus mendukung lahirnya inovasi aset digital berbasis rupiah. Teknologi tersebut dinilai mampu menjaga relevansi rupiah di tengah perkembangan ekonomi digital global.
Pengembang stablecoin asal Indonesia, IDRX, memperkenalkan pemanfaatan infrastruktur aset keuangan digital berbasis stablecoin rupiah dalam ajang MASA 2026 yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif di Takashimaya Shopping Centre, Singapura. Dalam forum tersebut, IDRX menyoroti dua penggunaan utama stablecoin rupiah, yakni remitansi lintas negara dan tokenisasi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

















































