loading...
Perdana Inggris Menteri Keir Starmer. Foto/anadolu
LONDON - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menuntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus meminta maaf karena meremehkan peran sekutu Amerika dalam perang di Afghanistan. Pada tahun 2001, AS mengaktifkan Pasal 5 NATO setelah serangan 11 September, yang mengharuskan negara-negara anggota untuk mendukung invasi ke Afghanistan.
Namun, Trump berulang kali menuduh anggota Eropa dari blok tersebut mengabaikan komitmen mereka kepada AS. Berbicara kepada Fox News di Davos, Swiss, pada hari Kamis, Trump berpendapat AS "tidak pernah membutuhkan" bantuan apa pun dan sekutu NATO Amerika telah "sedikit mundur, sedikit menjauh dari garis depan."
Starmer membalas pada hari Jumat, menuduh presiden meremehkan kontribusi pasukan Inggris. "Saya menganggap pernyataan Presiden Trump menghina dan terus terang mengerikan, dan saya tidak terkejut pernyataan itu telah menyebabkan begitu banyak kesedihan bagi orang-orang terkasih dari mereka yang tewas atau terluka," katanya kepada wartawan.
Ketika ditanya apakah ia menginginkan permintaan maaf dari Trump, Starmer berkata, “Jika saya salah bicara atau mengucapkan kata-kata itu, saya pasti akan meminta maaf.”
Pangeran Harry, yang bertugas dua kali di Afghanistan, mengatakan pengorbanan tentara Inggris “pantas dibicarakan dengan jujur dan penuh hormat.”


















































