loading...
Taksi listrik asal Vietnam, Green SM (PT Xanh SM Green) diduga menjadi penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Foto: X TMC Polda Metro Jaya
BEKASI - Taksi listrik asal Vietnam, Green SM (PT Xanh SM Green) diduga menjadi penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Kereta Api (KA) 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Tragedi itu berpangkal dari 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Dalam waktu singkat (domino effect), tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun. Dalam laporan akun TMC Polda Metro yang dilihat Selasa (28/4/2026), dilaporkan kecelakaan terjadi Senin pukul 20.50 WIB.

Baca juga: Penampakan Taksi Tertemper KRL sebelum Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)





