Teka-teki Pabrik Chery: Ambil Alih Handal atau Bikin Baru? Ini Jawaban Manajemen

4 days ago 23

loading...

Ilustrasi fasilitas perakitan Chery yang diproyeksikan menjadi basis produksi mandiri bagi seluruh merek di bawah naungan Chery Group di Indonesia mulai akhir tahun ini. Foto: CSI

SEMARANG - Peta persaingan industri otomotif nasional dipastikan akan semakin ketat setelah PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengonfirmasi langkah strategis terbarunya.

Pabrikan asal China ini memastikan akan memulai pembangunan (groundbreaking) pabrik mandiri di Indonesia pada akhir 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen Chery untuk tidak sekadar "menumpang" perakitan, melainkan menancapkan kuku bisnis yang lebih dalam di pasar Tanah Air.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran PT CSI, Budi Darmawan Jantania, di sela-sela kegiatannya di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/1/2026).

Rencana pembangunan fasilitas ini bukan sekadar wacana, melainkan respons taktis terhadap pertumbuhan volume penjualan dan diversifikasi produk Chery Group yang kian agresif.

Keputusan Chery untuk membangun pabrik sendiri didorong oleh analisis pasar yang menunjukkan tren positif penerimaan konsumen Indonesia terhadap merek China.

Saat ini, Chery masih bergantung pada fasilitas perakitan milik mitra, yakni PT Handal Indonesia Motor di Bekasi, Jawa Barat.

Namun, dengan lini produk yang terus bertambah—mulai dari seri Tiggo, Omoda, hingga merek sub-brand seperti Jaecoo, iCar, dan Lepas—kapasitas produksi pihak ketiga dinilai tidak akan lagi memadai dalam jangka panjang.

Read Entire Article
Prestasi | | | |