loading...
Penemuan 995 senjata api, amunisi, narkoba, hingga kaset video porno di ruang mantan kepala yayasan sekolah swasta di Kebayoran Lama kini didalami polisi. Foto: Istimewa
JAKARTA - Kasus temuan 995 senjata api, narkotika, dan kepingan VCD bermuatan pornografi di sebuah ruangan sekolah swasta di Jakarta Selatan menyedot perhatian masyarakat. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan serius tentang sistem pengawasan dan perlindungan anak di lembaga pendidikan.
Rampai Nusantara mendesak pengawasan terhadap lingkungan sekolah diperkuat, termasuk dengan mengembalikan peran orang tua sebagai bagian penting dari sistem perlindungan siswa. Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Ibu, dan Anak Rampai Nusantara Liza Chalisa menuturkan sekolah tidak boleh menjadi ruang yang hanya diawasi ketika persoalan sudah muncul.
Dia berpendapat, keterlibatan orang tua melalui komite sekolah harus diperkuat sebagai mekanisme pencegahan. “Peran Komite Orang Tua Siswa sangat penting, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban undang-undang, tetapi menjadi benteng perlindungan bersama bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan,” ujar Liza, Senin (10/8/2026).

Baca juga: Cerita Pendiri Yayasan tentang Sekolah Islam Harapan Ibu, Sedih Ada Temuan 995 Senjata


















































