Terapkan Hunian Subsidi Konsep Klaster, 1.002 Unit Rumah Ludes Terjual

8 hours ago 6

loading...

Di tahun 2026, PT KAP menargetkan pembangunan 6.000 unit rumah subsidi. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Prestasi gemilang diraih pengembang perumahan PT Kawah Anugerah Properti (KAP) di awal tahun 2026. Dua penghargaan berhasil disabet yakni sebagai ‘Developer KPR Subsidi Terbaik’ dari PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan Perumahan Pondok Banten Indah (PBI) yang dikembangkan terpilih sebagai ‘Perumahan Subsidi Berkonsep Hunian Klaster Terbaik’ versi forum wartawan perumahan.

Penghargaan diterima Direktur Utama PT Kawah Anugerah Properti, M. Ridwan pada ajang BSN Developer Gathering 2026 di Jakarta pada 4 Februari 2026. Kemudian sehari setelahnya yakni pada 5 Februari 2026, pengembang muda tersebut menerima Anugerah Forwapera 2026 dari Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) untuk proyek Pondok Banten Indah.

“Tahun 2025 dan 2026 cukup berarti bagi kami, karena kerja keras dalam membangun reputasi perusahaan dan setiap proyek yang kami kembangkan mulai memperoleh apresiasi dari berbagai stakeholder perumahan. Penghargaan dari perbankan dan rekan rekan media ini akan semakin memacu semangat kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Ridwan dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga: Polemik Pembatasan Masa Hunian Rusunawa, Pj Gubernur Jakarta: Masih Dikaji

Sebelumnya, PT Kawah Anugerah Properti melalui Perumahan Pondok Banten Indah juga menoreh prestasi sebagai Perumahan Bersubsidi Terbaik di ajang FIABCI Indonesia-REI Excellence Award 2025 pada Desember 2025. PT KAP memulai pengembangan perumahan subsidi sejak tahun 2016 di Kota Serang. Saat ini total ada 5 proyek perumahan yang telah selesai dan sedang dikembangkan. Ridwan mengatakan, pihaknya mengusung komitmen terhadap kualitas rumah dan lingkungan di setiap perumahan yang dibangun. Di mana dari satu proyek ke proyek berikutnya harus selalu memiliki nilai tambah pada kualitas dan konsep. Pelayanan purna jual kepada pembeli rumah pun selalu dijaga.

Ridwan berprinsip aset terbesar perusahaan adalah konsumen yang sudah merasakan produk mereka. Diakuinya, saat ini mayoritas pembeli baru di perumahan mereka berasal informasi dan rekomendasi dari konsumen sebelumnya yang disampaikan dari mulut ke mulut (getok tular).

“Visi kami adalah membangun dengan hati agar masyarakat jatuh hati. Artinya, pelayanan dan komitmen itu nomor satu. Jangan sampai masyarakat yang membeli kecewa, karena yang dipertaruhkan adalah reputasi perusahaan. Ini penegasan saya kepada semua tim di seluruh divisi. Kita lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan kepercayaan,” ungkap pengembang yang merintis bisnis dari bawah dan pernah menjadi pengemudi ojek serabutan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Read Entire Article
Prestasi | | | |