loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menyatakan produsen mobil Amerika Serikat bisa mulai memproduksi rudal dan senjata lainnya. Pernyataan itu muncul seiring Washington berupaya memperluas produksi militer dan mengisi kembali persenjataannya.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Senin, Trump mengatakan perusahaan mobil dengan kapasitas pabrik yang berlebih sedang membahas kesepakatan untuk memproduksi senjata, termasuk rudal pertahanan udara Patriot dan rudal jelajah Tomahawk.
“Mereka sedang bernegosiasi dengan General Motors. Mereka sedang bernegosiasi dengan Ford,” ungkap Trump. “Saya tahu General Motors sangat bersemangat untuk membangun senjata sekarang.”
Ia menambahkan beberapa pabrik milik kedua produsen mobil tersebut diharapkan akan diubah menjadi produksi militer, menggambarkan perubahan tersebut sebagai bagian dari “dorongan ekonomi yang kuat” untuk memproduksi senjata.
Pernyataan ini muncul setelah Wall Street Journal melaporkan pada bulan April bahwa Pentagon telah mendekati General Motors, Ford, GE Aerospace, dan Oshkosh tentang pengubahan pabrik sipil untuk memproduksi amunisi dan peralatan militer lainnya.
Pembicaraan tersebut dilaporkan sebagai bagian dari upaya menempatkan industri AS pada apa yang disebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai "kondisi perang," menggemakan konversi pabrik-pabrik Detroit menjadi produksi militer pada era Perang Dunia II.
Dorongan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kondisi persediaan senjata AS setelah bertahun-tahun pengiriman senjata ke Ukraina di era mantan Presiden Joe Biden dan penggunaan rudal yang besar selama perang AS-Israel baru-baru ini melawan Iran.

















































