loading...
Mohammad Arsy Darmawansyah dan tim menunjukkan poster riset The Impact of Budget Efficiency on Disaster Management and Legal Protection in Indonesia pada APRU ke-20. Foto/UNEJ.
JEMBER - Tim Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) mengintensifkan pengembangan alat perlindungan telur penyu "TurtleSafe". Mereka juga melakukan kajian kritis terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang melanda Indonesia.
Inovasi TurtleSafe hadir sebagai solusi proteksi telur penyu yang fleksibel dan adaptif untuk berbagai kondisi pantai di Indonesia guna menjaga biodiversitas laut.
Namun, perhatian tim yang dipimpin Mohammad Arsy Darmawansyah ini tidak berhenti di situ; mereka juga menyoroti ancaman banjir yang kini menjadi isu krusial di berbagai wilayah.
Baca juga: Lulusan Terbaik UNEJ, Teguh Efendi Raih IPK 3,71 dan Sertifikasi Data Scientist
Terkait situasi di Sumatera yang saat ini tengah berjuang melawan banjir lumpur, mahasiswa Fakultas Teknik ini menekankan pentingnya efisiensi anggaran penanggulangan bencana yang tetap berpihak pada kemanusiaan.
"Kami melihat adanya korelasi kuat antara kebijakan fiskal dan kecepatan penanganan di lapangan. Sejalan dengan itu, kami juga melakukan kajian mendalam di Jember mengenai dampak pengerukan gumuk pasir," jelas Arsy ketika ditemui di Kampus Tegalboto, Jumat (30/01/2026).
Dedikasi tim yang beranggotakan Muhammad Ridwan Ghani Abhirama, Naura Salma Taqiyya, Adinda Riski Oktasari, dan Sayyidha Rahma Audyna ini sebelumnya telah mengkaji topik pada forum global.

















































