loading...
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah pola serangan siber menjadi lebih cepat dan masif. Foto: Humas Komdigi
JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah pola serangan siber menjadi lebih cepat dan masif. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman siber di era AI.
Baginya, serangan siber berbasi AI resikonya tak lagi terbatas pada sistem besar, tetapi menyentuh rekening, identitas, dan perangkat pribadi sehari-hari. “Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” kata Nezar, dalam keterangannya dikutip, Minggu (1/2/2026).
Nezar menyebut, AI mengubah pola serangan siber menjadi jauh lebih cepat dan masif. Dengan otomatisasi, kata dia, pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam hitungan detik dan memilih target yang dianggap bernilai.
Baca juga: Yahoo Tambahkan AI di Fitur Yahoo Scout untuk Mesin Pencari


















































