loading...
Sebanyak 12,9 juta siswa ikuti ujian Gaokao untuk masuk universitas di China. Foto/X/@China_Amb_Mdv
BEIJING - Jutaan siswa di seluruh China pada hari Minggu menuju pusat-pusat ujian untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi terbesar di dunia, juga dikenal sebagai gaokao, di tengah serangkaian langkah, termasuk sistem anti-kecurangan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan proses ujian yang adil dan lancar, lapor media pemerintah.
"Sebanyak 12,9 juta siswa mendaftar untuk gaokao tahun ini, turun 450.000 dari tahun 2025, ketika sekitar 13,35 juta siswa mendaftar untuk ujian tersebut," menurut Kementerian Pendidikan China.
Sebanyak 7.981 pusat ujian dan sekitar 348.000 ruang ujian telah didirikan di seluruh negeri. Bahasa Mandarin dan matematika adalah mata pelajaran yang diujikan pada hari pertama ujian, seperti yang dilaporkan oleh harian berbahasa Inggris lokal, Global Times.
Pihak berwenang mengerahkan berbagai teknologi sumber daya, termasuk sistem pemantauan bertenaga AI dan gerbang pemeriksaan keamanan pintar, untuk mencegah kecurangan selama ujian.
Para kandidat tidak diperbolehkan membawa telepon seluler, jam tangan pintar, kacamata pintar, atau perangkat komunikasi nirkabel lainnya ke pusat ujian.
Di Beijing, siswa dan orang tua mulai berkumpul di luar pusat ujian beberapa jam sebelum ujian. Banyak ibu mengenakan qipao, gaun tradisional Tiongkok yang sering dikenakan selama gaokao sebagai simbol keberuntungan.




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4815430/original/054716400_1714295793-pexels-olly-864994.jpg)





























