loading...
Tentara Israel terlihat saat mobilitas militer Israel berlanjut di perbatasan Gaza, di Nahal Oz, Israel pada 13 Desember 2023. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
LONDON - Lebih dari 2.000 warga negara Inggris, 6.000 warga Prancis dan 13.000 warga Amerika Serikat bertugas di militer Israel selama genosida di Gaza. Laporan itu menurut data baru yang diterbitkan Declassified UK.
Lembaga investigasi tersebut melaporkan angka yang diperoleh melalui permintaan Kebebasan Informasi yang diajukan kepada tentara Israel menunjukkan 1.686 warga negara ganda Inggris-Israel dan 383 individu lainnya yang memegang kewarganegaraan Inggris, Israel, dan setidaknya satu kewarganegaraan tambahan bertugas di Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada Maret 2025. Total gabungan mencapai 2.069 warga negara Inggris.
Kontingen Inggris merupakan bagian dari kelompok warga negara asing yang jauh lebih besar yang bertugas di militer Israel.
Data menunjukkan 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional terdaftar di IDF, sehingga total 47.107 tentara memegang kewarganegaraan Israel bersama setidaknya satu kewarganegaraan lain.
Kelompok terbesar berasal dari AS, dengan 12.135 warga negara ganda AS-Israel dan 1.207 warga negara multinasional AS — total 13.342 warga Amerika.
Prancis menyusul dengan 6.127 warga negara ganda dan 337 warga negara multinasional. Jumlah yang signifikan juga tercatat dari Rusia (5.067), Jerman (3.901), Ukraina (3.210), Rumania (1.675) dan Polandia (1.668).


















































