loading...
Azerbaijan membantah wilayahnya digunakan Israel dalam perang Iran. Foto/X/@etihad
BAKU - Kementerian Luar Negeri Azerbaijan membantah klaim yang diterbitkan oleh media internasional pada hari Jumat bahwa personel militer dan intelijen Israel diduga beroperasi dari wilayahnya selama perang Iran yang sedang berlangsung, dan menyebut laporan tersebut "sama sekali tidak berdasar".
“Kami secara tegas menolak klaim-klaim khusus yang disebutkan dalam artikel tersebut,” kata Aykhan Hajizada, juru bicara dan kepala layanan pers kementerian, kepada Euronews pada hari Jumat.
“Azerbaijan tidak pernah menyediakan wilayahnya untuk tindakan jahat apa pun terhadap negara ketiga mana pun, termasuk Iran,” tegasnya, dilansir Euro News.
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
1. Tidak Ada Bukti Keterlibatan Azerbaijan dalam Perang Iran
Ketika ditanya apakah Baku akan menyelidiki tuduhan tersebut, Hajizada mengatakan, “sejauh ini belum ada bukti dan klaim apa pun bahwa laporan tentang penggunaan wilayah Azerbaijan sama sekali tidak berdasar dan kami juga telah mencatat pada beberapa kesempatan bahwa jika seseorang dapat memberikan bukti apa pun, kami juga dapat mempertimbangkannya, tetapi pada saat yang sama sejauh ini belum ada bukti untuk itu dan wilayah Azerbaijan tidak akan pernah digunakan dan tidak akan pernah digunakan terhadap pihak ketiga termasuk negara-negara tetangga dan negara-negara sahabat kami.”
“Azerbaijan selalu menjalankan kebijakan luar negeri yang seimbang berdasarkan hubungan bertetangga yang baik, tetapi pada saat yang sama kemitraan kami dengan Israel selalu baik di berbagai sektor dan berbagai vektor,” kata Hajizada.
“Kami juga telah mengembangkan berbagai bidang kerja sama dengan pihak Iran, dengan pihak Israel, dan dengan semua negara di kawasan ini,” tambahnya. “Azerbaijan selalu menjalankan kebijakan luar negeri yang seimbang berdasarkan kepentingan nasional kami berdasarkan saling pengertian dan kerja sama.”
Laporan-laporan tersebut, yang dikaitkan dengan sumber anonim, tidak dikonfirmasi oleh Azerbaijan maupun Israel. Tidak ada bukti independen yang dipublikasikan untuk mendukung laporan tersebut.

















































