Amerika Serikat di Persimpangan Damai Pada Perang Iran

2 hours ago 7

loading...

Ridwan al-Makassary, Dosen di Fakultas Ilmu Sosial UIII/Direktur Center of Muslim Politics and World Society UIII. Foto/Dok. SindoNews

Ridwan al-Makassary
Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE)

DUNIA berharap bahwa gencatan senjata, dalam perang Iran 2026, akan menghasilkan perdamaian abadi melalui negosiasi diplomatik untuk mengatasi kebuntuan. Namun, tampaknya ia bukanlah akhir dari perang. Murungnya, ia lebih tepat disebut sebagai jeda sesaat (helaan napas) di tengah perang yang beku. Di medan tempur, dentuman rudal masih terjadi dan saling klaim keberhasilan.

Sementara di balik layar, para jenderal tetap siaga satu, kapal perang Amerika Serikat (AS) masih berjaga di Teluk, dan para diplomat dan mediator bekerja dalam bayang-bayang ketidakpercayaan. Paradoksnya adalah kedua kubu (AS dan Iran) juga masih mengklaim gencatan senjata masih berlaku, terlepas dibalik serangan kata-kata, termasuk di media sosial, dan juga letusan rudal ke pihak lawan.

Bagi Amerika Serikat, gencatan senjata ini menerbitkan pertanyaan mendasar, yaitu ke mana arah strategi Washington pada gencatan senjata? Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa konflik telah “berakhir”, tetapi pada saat yang sama “blokade atas blokade” (blokade atas pelabuhan) terhadap Iran masih berlangsung, dan juga pasukan AS tetap siaga penuh di periaran Teluk.

Ini menandakan bahwa AS sendiri belum benar-benar memutuskan apakah ia sedang menutup perang atau hanya menundanya. Tulisan ini akan mengulas beberapa skenario masa depan Amerika Serikat.

Skenario pertama, Washington memilih untuk menjual gencatan senjata sebagai kemenangan politik domestik. Dalam logika ini, Trump akan menyampaikan kepada publik AS bahwa Iran telah “dijinakkan”, jalur perdagangan di Selat Hormuz mulai dibuka, dan Amerika kembali menunjukkan superioritas militernya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |