loading...
Kerajaan Arab Saudi umumkan telah menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung uranium. Foto/SPA
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi mengumumkan telah menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung uranium. Pengumuman temuan ini disampaikan hanya beberapa bulan setelah Riyadh dan Amerika Serikat (AS) menandatangani kesepakatan yang mendorong pengembangan energi nuklir di negara Islam tersebut.
Kementerian Energi Arab Saudi pada hari Senin mengatakan bahwa jika temuan tersebut terverifikasi, deposit itu akan menjadi salah satu sumber uranium terbesar di dunia.
Baca Juga: Media Zionis: Pangeran Mohammed bin Salman Minta Bantuan Israel untuk Melawan Houthi Yaman
“Hal ini menempatkan proyek Jabal Sayed sebagai salah satu lokasi sumber daya mineral tanah jarang paling signifikan yang saat ini dikembangkan di dunia,” kata Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, seperti dikutip dari i24News, Selasa (15/9/2026).
Namun, sang menteri tidak mengungkap kadar atau konsentrasi uranium yang terkandung dalam bijih tersebut. Akibatnya, belum dapat dipastikan berapa banyak "harta karun nuklir" yang sebenarnya dapat diekstraksi dari sumber daya tersebut maupun apakah proses penambangannya layak secara ekonomi.
Arab Saudi dan AS telah menandatangani kesepakatan yang mendorong pengembangan energi nuklir di kerajaan tersebut. Kesepakatan itu memungkinkan perusahaan-perusahaan AS membantu pembangunan dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Arab Saudi.

















































