loading...
Serangan gabungan AS dan Arab Saudi di Irak telah menewaskan 20 orang, termasuk beberapa di antaranya warga Iran. Foto/CBS News
BAGHDAD - Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi di Irak pada hari Rabu telah menewaskan sedikitnya 20 milisi, termasuk beberapa warga Iran. Jumlah korban itu diumumkan Hashed al-Shaabi, aliansi bersenjata Irak yang mencakup kelompok-kelompok pro-Iran.
AS dan Arab Saudi mengatakan mereka telah menyerang kelompok milisi bersenjata yang didukung Iran di Irak sebagai respons atas serangan terhadap pasukan AS dan fasilitas minyak Arab Saudi.
Baca Juga: Saudi dan AS Serang Irak, Iran dan Proksinya: Perang Akan Meluas!
Baik Washington maupun Teheran merupakan sekutu utama Irak, tetapi permusuhan mereka telah lama mengubah negara itu menjadi medan pertempuran proksi dan membuat pemerintah Baghdad berturut-turut berjuang untuk menjaga keseimbangan yang rapuh antara kedua negara yang bermusuhan tersebut.
Hashed al-Shaabi, juga dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), mengatakan bahwa setidaknya 20 milisi telah meninggal dan 32 lainnya terluka menurut penghitungan sementara.
Dua pejabat Hashed al-Shaabi mengatakan kepada AFP, Kamis (30/7/2026), bahwa lima penasihat Iran termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan di provinsi Diyala tengah.
Koresponden AFP melihat peti mati yang dibungkus bendera Iran selama pemakaman yang diselenggarakan oleh Hashed al-Shaabi di Baghdad untuk para korban tewas.
Aliansi Hashed al-Shaabi dibentuk pada tahun 2014 untuk memerangi para "jihadis" sebelum secara resmi diintegrasikan ke dalam angkatan bersenjata Irak.
Aliansi itu mencakup brigade milik kelompok pro Iran yang terkenal bertindak secara sepihak.

















































