loading...
Harga minyak dunia melonjak setelah Donald Trump mengancam Iran atas dugaan serangan yang menargetkan pasukan AS di Timur Tengah. FOTO/AP
ISTANBUL - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 7% pada perdagangan Rabu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan memberikan respons keras terhadap dugaan serangan Iran yang menargetkan pasukan AS di Timur Tengah. Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global.
"Iran akan menghadapi respons yang tegas setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan rudal balistik yang menargetkan pasukan Amerika Serikat," ujar Presiden AS Donald Trump dikutip dari Anadolu Ajansi, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: AS dan Arab Saudi Serang Irak Tewaskan 20 Orang, Termasuk Warga Iran
Patokan harga minyak dunia Brent naik lebih 7% hingga diperdagangkan di kisaran USD90 per barel pada pukul 14.00 GMT. Sementara itu, minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) juga menguat sekitar 7% ke level USD84,60 per barel.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan seluruh rudal yang diluncurkan berhasil dicegat. Serangan tersebut dilaporkan menyasar pangkalan militer AS di Yordania, sehingga meningkatkan kembali ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Memanasnya kembali konflik tersebut mengakhiri optimisme pasar yang sempat muncul pada awal pekan. Sebelumnya, harga minyak cenderung melemah seiring harapan adanya deeskalasi konflik, namun eskalasi terbaru kembali memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dunia.

















































