The Fed Tahan Suku Bunga di 3,6%, Tiga Anggota Terpecah Dorong Kenaikan

3 hours ago 10

loading...

Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) Kevin Warsh. FOTO/AP

WASHINGTON - Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,6% dalam rapat kebijakan moneter yang berakhir Rabu waktu setempat. Meski demikian, keputusan tersebut diwarnai perbedaan pandangan yang cukup tajam setelah tiga pejabat The Fed memilih agar suku bunga kembali dinaikkan untuk menekan inflasi yang masih bertahan tinggi.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2%, namun mengakui proses tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. "Kami tidak memiliki tongkat ajaib. Ini bukan sesuatu yang bisa kami selesaikan dalam hitungan hari atau minggu," kata Warsh dalam konferensi pers usai pengumuman kebijakan dikutip dari AP, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Dikabarkan Masuk Bursa Gubernur BI, Ini Tiga Kandidat Kuat Jadi Menkeu

Keputusan tersebut diambil setelah dua hari rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan menjadi kali kelima secara berturut-turut The Fed mempertahankan suku bunga. Sebagian ekonom dan analis Wall Street sebelumnya memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, namun mayoritas pelaku pasar tetap memperkirakan suku bunga tidak berubah.

Tiga pejabat yang menyampaikan dissenting opinion atau suara berbeda adalah Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack, Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden Federal Reserve Dallas Lorie Logan. Ketiganya menilai inflasi yang masih tinggi memerlukan kebijakan moneter yang lebih ketat melalui kenaikan suku bunga.

Read Entire Article
Prestasi | | | |