loading...
Ketua Umum PP Rifaiyah Dr. Mukhlisin Muzarie (kiri), Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen Prof Biyanto (tengah), dan Ketua Umum PP Angkatan Muda Rifaiyah Indonesia (AMRI) Dr. Abdul Kholiq Syafii (kanan). Foto/istimewa
JAKARTA - Angkatan Muda Rifa'iyah Indonesia (AMRI) mengenalkan sosok Pahlawan Nasional KH Ahmad Rifa'i sebagai tokoh pembaru pendidikan yang pemikiran dan gagasannya melampaui zamannya. Hal itu dilakukan dalam audiensi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen ).
Pendiri gerakan Rifa'iyah yang lahir di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada 1200 H/ 1786 M itu telah meletakkan fondasi pendidikan yang menekankan penguasaan ilmu, akhlak, dan moderasi pendidikan jauh sebelum konsep tersebut dikenal luas saat ini.
Penilaian itu disampaikan Ketua Umum PP Angkatan Muda Rifa'iyah Indonesia (AMRI), Abdul Kholiq Syafi'i, saat bertemu Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Biyanto, di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Kemendikdasmen Sempurnakan TKA 2026, Ini Daftar Perubahannya
Kholiq mengatakan, meski istilah moderasi belum dikenal pada masa KH Ahmad Rifa'i, ajaran yang diwariskannya telah mencerminkan nilai-nilai moderasi pendidikan. Menurut dia, KH Ahmad Rifa'i juga mampu mengolah khazanah keilmuan Islam yang bersumber dari dunia Muslim maupun berbagai literatur lainnya ke dalam bahasa dan budaya lokal dalam bentuk buku-buku yang ia tulis. Sehingga lebih mudah dipahami masyarakat. KH Ahmad Rifa'i juga melahirkan buku terkait pembaharu pendidikan.


















































