Lebih dari 130 Tokoh Yordania Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Pembatalan Perjanjian Militer

6 hours ago 4

loading...

AMMAN - Lebih dari 130 tokoh politik, akademisi, budaya, serikat pekerja, dan suku Yordania menyerukan penarikan pasukan asing dari Yordania dan pembatalan atau pembatasan perjanjian militer kerajaan dengan Amerika Serikat. Seruan itu diterbitkan pekan lalu.

Para penandatangan memperingatkan kehadiran pasukan asing telah membuat Yordania rentan terhadap ancaman keamanan, politik, dan ekonomi serta meningkatkan risiko negara tersebut terlibat dalam perang regional di mana Yordania tidak memiliki kepentingan langsung.

“Berdasarkan tanggung jawab nasional kita dan sebagai pengakuan atas besarnya risiko yang dihadapi kawasan ini sebagai akibat dari eskalasi militer yang semakin cepat, kami menuntut penarikan semua pasukan asing dari wilayah Yordania,” ungkap pernyataan tersebut.

Pernyataan itu menambahkan kehadiran pasukan asing “meningkatkan kemungkinan negara kita terlibat dalam konflik regional di mana kita bukan pihak yang terlibat.”

Seruan tersebut menyusul serangan rudal dan drone Iran yang berulang kali terhadap fasilitas yang menampung pasukan AS di Yordania, yang menyebabkan korban jiwa di pihak Amerika dan kerusakan pada aset militer.

Serangan-serangan tersebut telah mengintensifkan perdebatan publik tentang apakah kehadiran militer Washington telah menjadikan Yordania sebagai target dalam konfrontasi yang meningkat antara AS dan Iran.

Para penandatangan mendesak pemerintah Yordania menarik kembali perjanjian keamanan dan militer yang telah disepakati dengan Washington dan menyerahkannya kepada Majelis Nasional untuk diteliti secara saksama.

Mereka berpendapat rakyat Yordania, perwakilan terpilih mereka, dan lembaga masyarakat sipil memiliki hak untuk memeriksa kewajiban yang "dapat memengaruhi kedaulatan negara dan keamanan nasional."

Read Entire Article
Prestasi | | | |