loading...
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditangkap di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Foto: Istimewa
AGAM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak menangani konflik antara masyarakat dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Sebelumnya, Harimau Sumatera tersebut memangsa ternak warga dan berkeliaran di sekitar permukiman serta fasilitas publik, termasuk sekolah.
Satwa dilindungi itu akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA Sumatera Barat setelah dilakukan pemasangan perangkap. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi menjelaskan, laporan mengenai serangan harimau terhadap ternak warga diterima Balai KSDA Sumbar pada Senin (10/8/2026) sore.
“Pada hari Senin (10/8/2026) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa 2 ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi,” ujar Ristianto, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Ketua DPD Pastikan Tak Ada Lagi Lagu-lagu yang Picu Anggota Dewan Berjoget di Sidang Tahunan 2026
Berdasarkan hasil verifikasi di lapangan, petugas menemukan satu ekor kambing mati di dalam kandang dengan luka gigitan pada bagian leher. Sementara satu kambing lainnya dibawa Harimau Sumatera ke semak-semak dan hanya menyisakan dua kaki bagian depan.
Lokasi kejadian menjadi perhatian karena berada cukup dekat dengan sejumlah fasilitas publik. Ristianto menyebut lokasi tersebut berjarak sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, sekitar 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan sekitar 150 meter dari Masjid Syukra.


















































