Dua Lubang Hitam Supermasif Bergabung di Tata Surya

1 day ago 11

loading...

NEW YORK - Terletak 500 juta tahun cahaya dari Bumi, sebuah lubang hitam supermasif sedang bergabung dengan lubang hitam lainnya, sebuah proses yang dapat diselesaikan dalam satu abad.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society mengungkapkan bahwa para astronom telah menemukan sepasang lubang hitam supermasif yang berputar semakin dekat dan berada di ambang tabrakan dahsyat.

Lubang hitam supermasif biasanya memiliki massa ratusan juta hingga miliaran kali massa Matahari. Penggabungan lubang hitam bukanlah hal yang jarang terjadi dalam skala kosmik, tetapi sistem seperti ini, dalam fase spiral terakhirnya dan akan bertabrakan, sangatlah langka.

Lebih penting lagi, ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah manusia kita memiliki kesempatan untuk mengamati penggabungan lubang hitam supermasif yang begitu besar.

Para ilmuwanmemperkirakan bahwa penggabungan dua lubang hitam ini dapat terjadi dalam waktu 100 tahun dan dapat dideteksi oleh detektor gelombang gravitasi di Bumi. Ini adalah peristiwa yang sangat singkat dalam sejarah panjang alam semesta, tetapi memberikan kesempatan pengamatan yang langka bagi umat manusia.

Silke Britzen, seorang astronom di Institut Max Planck untuk Astronomi Radio dan salah satu penulis bersama studi baru ini, mengatakan: "Setelah penggabungan, kami memperkirakan bahwa salah satu dari dua lubang hitam akan tetap ada. Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana 'tarian' di ruang angkasa ini akan berlanjut."

Tim peneliti menganalisis galaksi Mark 501, yang terletak sekitar 500 juta tahun cahaya dari Bumi, menggunakan data pengamatan dari teleskop radio selama 23 tahun. Sebelumnya, pusat galaksi ini dianggap sebagai quasar yang digerakkan oleh satu lubang hitam, yang memancarkan aliran energi terang dari intinya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |