loading...
Andrew Napolitano, mantan hakim pengadilan AS, sebut agresi militer pimpinan Presiden Donald Trump malah membuat Iran menjadi sangat kuat. Foto/Arab Center Washington DC
WASHINGTON - Andrew Napolitano, mantan hakim Pengadilan Tinggi New Jersey yang sekarang menjadi komentator politik Amerika Serikat (AS), mengatakan agresi militer pimpinan Presiden Donald Trump terhadap Iran tidak lain adalah bencana.
Menurutnya, alih-alih menghasilkan keuntungan strategis, tindakan itu justru memicu inflasi AS, mengasingkan sekutu Eropa, dan mengangkat Iran ke jajaran negara-negara yang sangat. "Sangat kuat," katanya dalam wawancara dengan Press TV, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: AS Bilang Perang Berakhir, tapi Jet Tempur F/A-18 Amerika Serang Kapal Tanker Iran
Dia mengatakan agresi AS-Israel terhadap Republik Islam Iran tidak menghasilkan manfaat nyata bagi Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump gagal mencapai tujuan yang dinyatakannya untuk merebut atau mengurangi kemampuan nuklir dan rudal balistik Iran.
“Sebaliknya, Trump telah mengalami kerugian signifikan dalam kredibilitas internasional dan kedudukan domestik," katanya.
"Inflasi harga bahan bakar dan makanan telah melonjak di seluruh Amerika, sementara sekutu Eropa—termasuk Jerman, Prancis, Spanyol, dan Inggris—menolak untuk berpartisipasi dalam apa yang mereka anggap sebagai konflik yang didorong oleh kepentingan Israel daripada keamanan nasional Amerika,” katanya.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)






