loading...
Prancis kerahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle ke Laut Merah untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Foto/Angkatan Laut Prancis
TEHERAN - Prancis telah mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle ke Laut Merah untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Langkah ini diklaim untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut dan mengamankan stabilitas dalam logistik maritim.
Iran telah menutup Selat Hormuz setelah perang diluncurkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. AS merespons dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di selat tersebut.
Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran
Kementerian Pertahanan Prancis dalam sebuah pernyataan pada Rabu mengatakan bahwa mereka memindahkan armada kapal induk Charles de Gaulle yang ditempatkan di Laut Mediterania timur ke Laut Merah dan Teluk Aden setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut kementerian tersebut, armada kapal induk itu sedang melewati Terusan Suez dan menuju ke Laut Merah bagian selatan.
Kementerian Pertahanan menjelaskan bahwa pemindahan kapal Charles de Gaulle sebagai persiapan untuk operasi di masa mendatang guna mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
"Ini untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana ini sesuai dengan situasi yang memungkinkan," katanya, seperti dikutip dari AP, Kamis (7/5/2026).










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)






