loading...
ESGIN bersama Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mengukuhkan kemitraan untuk mengembangkan methane removal project pengolahan limbah cair dari 23 pabrik tapioka. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT ESGIN Global Partners mempercepat pengembangan investasi hijau berbasis sektor pertanian, agroindustri, dan peternakan di Provinsi Lampung melalui pengembangan proyek karbon dan ekonomi sirkular. Salah satu proyek yang disiapkan bersama 23 pabrik tepung tapioka di Lampung diperkirakan memiliki potensi pengurangan emisi awal sekitar 500.000 ton CO₂e.
“Lampung memiliki potensi besar dari sektor pertanian, peternakan, dan agroindustri. ESGIN ingin menghubungkan potensi tersebut dengan teknologi rendah karbon, green investment, dan carbon markets sehingga pengurangan emisi tidak hanya memberikan dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi industri, petani, dan daerah,” ujar CEO ESGIN Brandon Keam dalam keterangan pers, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Pertamina Lampaui Target Pengurangan Emisi, Capaian Semester I Tembus 118%
Kolaborasi tersebut diperkuat melalui ESGIN Business Gathering 2026 bertajuk Transforming Agriculture & Agro-Industry in Lampung into Green Investment & Carbon Opportunities di Lampung, 3 September 2026. Dalam kegiatan itu, ESGIN bersama Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) mengukuhkan kemitraan untuk mengembangkan methane removal project pengolahan limbah cair dari 23 pabrik tapioka, sebagai tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani pada Agustus 2026.
Industri tapioka dinilai memiliki peluang pengembangan proyek karbon karena air limbah berkandungan bahan organik tinggi dapat menghasilkan metana dalam proses pengolahan anaerobik. ESGIN akan mengintegrasikan teknologi methane capture, destruction, dan utilization dengan Digital Monitoring, Reporting and Verification (Digital MRV), carbon accounting, pengembangan proyek karbon, serta akses pembiayaan hijau dan pasar karbon.
ESGIN menegaskan angka 500.000 ton CO₂e tersebut masih merupakan estimasi awal. Volume emisi yang benar-benar dapat dikurangi dan kredit karbon yang berpotensi diterbitkan baru dapat ditentukan setelah melalui studi kelayakan, penetapan baseline, pemilihan metodologi, pemantauan, validasi, verifikasi, registrasi, dan pemenuhan regulasi yang berlaku.


















































