loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 37 poin ke level Rp17.642 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026). Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 37 poin ke level Rp17.642 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026). Tren penguatan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI, usai bertengger pada posisi Rp17.636, atau membaik dari sesi sebelumnya Rp17.689 per USD.
Penguatan mata uang Garuda ditopang oleh sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari pejabat bank sentral AS, kendati pergerakan rupiah diperkirakan kembali mengalami tekanan fluktuatif pada awal pekan depan. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai pasar keuangan merespons positif pernyataan bernada melunak (dovish) dari Gubernur The Fed Christopher Waller yang mulai melihat tanda-tanda disinflasi pada data ekonomi terkini.
Namun, para pelaku pasar tetap mencermati rilis data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam -julukan AS- untuk mengantisipasi volatilitas kurs yang berpotensi membalikkan tren penguatan saat ini.Baca Juga: Respons Positif Gubernur BI Baru, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat
"Pasar merespons positif sinyal Gubernur The Fed Christopher Waller yang membuka opsi mempertahankan suku bunga jika inflasi Agustus terkonfirmasi melandai, sembari menanti rilis Nonfarm Payrolls. Untuk perdagangan Senin depan, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.640 hingga Rp17.690 per dolar AS, dengan kisaran pergerakan sepekan ke depan berada di level Rp17.550 sampai Rp17.850," ujar Ibrahim di Jakarta, Jumat (4/9/2026).


















































