Kabut Asap Karhutla Bisa Picu Pneumonia, Ini Penjelasan Dokter Paru

2 hours ago 4

loading...

Kabut asap yang disebabkan karhutla ternyata bisa memicu pneumonia. Foto: Mongabay

JAKARTA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengganggu jarak pandang dan membuat mata perih. Paparan asap juga dapat merusak sistem pertahanan alami paru-paru sehingga meningkatkan risiko infeksi, termasuk pneumonia .

Lantas, bagaimana asap bisa menyebabkan pneumonia, padahal asap bukan kuman atau bakteri?

Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan, menjelaskan bahwa persoalannya terletak pada kandungan asap, terutama partikel halus Particulate Matter (PM2.5).

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Prof. Erlina menjelaskan bahwa PM2.5 berukuran sangat kecil, sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan diameter sehelai rambut. Ukurannya membuat partikel tersebut dapat melewati penyaringan alami hidung dan masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru.

Baca Juga : Paru-Paru Balita Rentan Polusi, Ini Langkah Penting Lindungi Anak dari Infeksi Pernapasan

“Pertanyaan yang sering sampai ke saya, kenapa asap bisa sampai berujung pada pneumonia, padahal asap bukan kuman? Jawabannya ada pada apa yang dilakukan asap terhadap pertahanan paru kita,” tulis Prof. Erlina, dikutip Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, partikel tersebut tidak hanya masuk ke paru-paru, tetapi juga membawa berbagai zat sisa pembakaran yang bersifat racun dan dapat mengganggu sel-sel paru.

Asap Melemahkan Pertahanan Paru

Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada alveoli atau kantong udara di dalam paru-paru. Saat alveoli terisi cairan atau nanah akibat infeksi, pertukaran oksigen menjadi terganggu sehingga penderitanya dapat mengalami sesak napas.

Infeksi pneumonia umumnya disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Namun, paparan asap dapat meningkatkan risikonya dengan terlebih dahulu melemahkan sistem pertahanan paru.

Read Entire Article
Prestasi | | | |