FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun

2 hours ago 6

loading...

Spanduk raksasa yang menggambarkan Selat Hormuz dipajang di Lapangan Vali-e Asr, menampilkan frasa Di titik kritis seiring berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Teheran, Iran pada 2 Mei 2026. Foto/Fatemeh Bahrami/Anadolu Agency

ROMA - Penutupan Selat Hormuz dapat memicu krisis harga pangan global yang parah dalam waktu enam hingga 12 bulan. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan hal itu pada hari Rabu (21/5/2026).

FAO menyebut gangguan tersebut sebagai "awal dari guncangan agrifood sistemik."

Badan yang berbasis di Roma itu mengatakan gangguan tersebut bukan lagi hanya masalah pasar pengiriman atau energi, memperingatkan guncangan tersebut bergerak melalui sistem agrifood global secara bertahap.

“Guncangan tersebut terjadi secara bertahap: energi, pupuk, benih, hasil panen yang lebih rendah, kenaikan harga komoditas, kemudian inflasi pangan,” ungkap FAO dalam podcast berjudul Rekomendasi Kebijakan untuk Mencegah Krisis Pangan Global | Krisis Hormuz 2026, yang diterbitkan pada hari Rabu.

FAO mengatakan Selat Hormuz telah ditutup secara efektif sejak 28 Februari dan tetap tertutup hingga 18 Mei, mengganggu pasokan energi dan pupuk global yang sangat penting untuk produksi pertanian.

Read Entire Article
Prestasi | | | |