loading...
Talkshow bertajuk Bukti Nyata Transformasi dan Akselerasi untuk UMKM Indonesia, di Jakarta, Kamis (21/5/2026). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Jaringan toko kelontong binaan SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) terus menunjukkan peran besarnya dalam menopang ekonomi nasional. Memasuki usia ke-18 tahun, SRC mencatat omzet jaringan toko mencapai Rp251 triliun, sekaligus menegaskan bahwa inovasi dan digitalisasi menjadi kunci utama UMKM bertahan di tengah gempuran ritel modern dan pelemahan daya beli masyarakat.
Direktur Utama SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 250.000 toko SRC yang tersebar di seluruh Indonesia. Nilai transaksi dari jaringan tersebut disebut setara dengan 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional non-mobil dan sepeda motor.
“Ini sangat strategis toko kelontong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Romulus dalam talkshow bertajuk Bukti Nyata Transformasi dan Akselerasi untuk UMKM Indonesia, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Digitalisasi Toko Kelontong: Telkomsel dan SRC Sulap 250.000 Ritel Tradisional Jadi Smart Store!
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari pendampingan berkelanjutan yang dilakukan SRC terhadap pelaku UMKM. Pendampingan itu mencakup pelatihan pengelolaan usaha, penataan toko, akses teknologi digital, hingga perluasan akses pembiayaan melalui kerja sama dengan sektor perbankan dan asuransi.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)













