Ghalibaf: Selat Hormuz akan Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Ketentuan MoU

1 hour ago 6

loading...

Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/anadolu

TEHERAN - Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi ketentuan kesepakatan sementara dengan Iran, termasuk pencabutan blokade laut dan sanksi, serta pelepasan aset Iran yang dibekukan. Penegasan itu disampaikan Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

"Izinkan saya menegaskan: Selama komitmen yang dibuat Amerika Serikat dalam nota kesepahaman (MoU)—termasuk pencabutan blokade, pelepasan aset yang dibekukan, pencabutan sanksi minyak, penghentian ancaman dan operasi militer di semua lini, serta ketentuan lain yang disetujui Amerika dalam nota tersebut—belum dilaksanakan, selat itu tidak akan dibuka," ujar Ghalibaf.

Sementara itu, Alexandru Hudisteanu, analis pertahanan dan pensiunan perwira angkatan laut Rumania, mengatakan konflik antara Iran dan Amerika Serikat kini semakin meluas cakupannya ke tingkat regional.

"Meskipun perang itu sendiri masih bersifat lokal, pada dasarnya seluruh kawasan ini kini berada dalam situasi konflik," ujarnya.

"Kita melihat kelompok Houthi memperluas cakupan konflik hingga ke Laut Merah, dengan ancaman terhadap pelayaran Arab Saudi. Kita juga menyaksikan serangan di Laut Kaspia beberapa pekan lalu, yang seolah menghubungkan kawasan yang lebih luas ini dengan perang di wilayah Rusia-Ukraina," katanya.

Hudisteanu mengatakan ketidakstabilan akibat perang AS-Israel melawan Iran pada bulan Februari dapat menyebar dan memicu gejolak di wilayah lain, sehingga menciptakan "situasi yang penuh ketidakpastian dan ketidakstabilan".

Ia menambahkan, tidaklah keliru untuk menyebut situasi ini sebagai realitas keamanan yang baru.

Read Entire Article
Prestasi | | | |